Ruang Terbuka Hijau Publik (RTHP) sejatinya
dirancang untuk menampung semua aktivitas manusia dari segala umur, baik dari
usia dini sampai usia lanjut. Sayangnya, kota-kota kini semakin didominasi oleh
ketersediaan RTHP yang jauh dari rasa nilai-nilai humanis. Mengapa kita mesti
peduli semua pengguna RTHP dari usia dini, dan lebih-lebih pengguna di usia
lanjut ? jawabannya ternyata Badan Kesehatan Dunia (WHO, 2003) melaporkan bahwa
pada taun 2020, seiring dengan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat dan
lingkungan, populasi lansia Indonesia diperkirakan meningkat tajam, bahkan
catatan peningkatannya terbilang paling besar di dunia, mencapai 414 persen.
Jumlah
penduduk lanjut usia ini akan mencapai 11,34 persen dari 200 juta penduduk Indonesia atau sejumlah 22,68 juta
penduduk. Dalam hal jumlah penduduk lansia ini, Indonesia menduduki peringkat
tiga dunia setelah Tiongkok dan India.
Sedangkan semua
orang pasti akan tua. Akan tetapi, pernahkah kita merenung sejenak bagaimana
kelak nasib kita di hari tua nanti, ketika kota-kota kita tidak merencanakan
RTHP bagi kaum lansia.. Menurut Diane Y. Cartens (site planning and design for
the elderly, 1993), kota ramah lansia harus mempertimbangkan factor
keselamatan, keamanan, kenyamanan, kemudahan aksesbilitas. Efesiensi pembagian
fungsi, hierarki dan orientasi ruang kota harus jelas untuk menghindari kesan
membingungkan bagi penghuni yang mengalami perubahan kemampuan fisik dan
kognitifnya seiring proses penuaan.
Ruang kota dilengkapi detail
arsitektur yang unik, seperti perubahan warna cenderung tentang kuning, oranye,
dan merah lebih efektif menstimulasi lensa mata lansia, permainan tekstur
lantai dan dinding bangunan, serta kehadiran suara alam (burung, air
mancur) untuk melatih sensori fisik dan
mental. Intensitas, kualitas dan kuantitas penerangan di ruang public harus
lebih banyak untuk melatih sensori penglihatan.
Dalam
tulisan ini, ingin menceritakan isi konsep RTHP yang berusaha bersifat HUMANIS terhadap para lansia.
RTHP yang kami desain terletak pada lingkungan Kulak Kagik Kelurahan Prapen Kecamatan
Praya Kabupaten Lombok Tengah, Hasil dan pengembangan aplikasi
RTHP “Tonjang Beru Smart Garden” adalah :
Konsep desain yang berkarakter berdasarkan
usia aktivitas pelaku yang terlihat pada zona-zona tercipta diawali konsep
proses kehidupan manusia, yaitu lahir-proses-mati (awal-proses-akhir).
menunjukkan jika semua manusia akan mengalami proses tersebut, diawal kehidupan
pasti mengalami fase menjadi anak-anak, kemudian menjadi remaja dan terakhir
mengalami fase menjadi lansia. Penyediaan fasilitas di RTHP ‘tonjang beru smart
garden” untuk lansia sangatlah penting, terutama sebagai sarana kesehatan dan interaksi sosial antar sesama warga, sehingga lansia tidak merasa disingkirkan. Adapun konsep dasar dalam pembentukan ruang area kesehatan dan interaksi sosial para lansia adalah :
a. Menciptakan fungsi-fungsi kesehatan seperti area therapy pijak bagi para lansia dengan menggunakan konsep "universal design" sebagai sarana kebutuhan sehari-hari bagi para lansia;
b. Menyediakan ruang-ruang interaksi sosial bagi para lansia, dengan pertimbangan bahwa melalui berinteraksi para lansia merasa lebih percaya diri lagi dalam menjalankan kehidupannya sehari-hari;
c. Menciptakan sarana berkebun buat para lansia, dimana berkebun merupakan salah satu media therapy kejiwaan bagi para lansia untuk tidak stress akibat kekurangan aktivitas yang diambil alih oleh orang lain yang lebih muda dan lebih kuat fisiknya.
B.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar